Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

🔔 Headline: Informasi terbaru akan selalu ditampilkan di sini • Update berita & pengumuman resmi • Selamat membaca

SINERGI BLAM Bahas Strategi Mengoptimalkan Al agar Lebih Akurat

  • Like:
  • 0
  • Share:
image
kegiatan SINERGI (Selasa Inspiratif untuk Edukasi dan Recharge Energy) yang dilaksanakan di Ruang Mini Meeting Balai Litbang Agama Makassar pada Selasa, 9 Juni 2026

Makassar (BLA Makassar) -- Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perlu digunakan secara cermat agar mampu menghasilkan informasi yang akurat, relevan, dan sesuai kebutuhan. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam kegiatan SINERGI (Selasa Inspiratif untuk Edukasi dan Recharge Energy) yang dilaksanakan di Ruang Mini Meeting Balai Litbang Agama Makassar pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Makassar, Andi Isra Rani, sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Andi Isra menjelaskan bahwa pengguna tidak boleh langsung menerima seluruh jawaban yang diberikan AI tanpa melakukan verifikasi. Menurutnya, meskipun AI seperti ChatGPT, Gemini, dan platform lainnya mampu memberikan jawaban dengan cepat, informasi yang disajikan belum tentu relevan, benar, maupun mutakhir. Ia mencontohkan pengalaman menemukan referensi jurnal yang direkomendasikan AI, namun ternyata sudah tidak tersedia ketika dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Andi Isra juga mengingatkan bahwa kemampuan AI menjawab berbagai pertanyaan berasal dari proses pelatihan menggunakan jutaan hingga triliunan data yang tersedia di internet. Karena itu, AI dapat menghasilkan jawaban yang tampak meyakinkan meskipun belum tentu sepenuhnya sesuai dengan fakta. Kondisi inilah yang dikenal sebagai halusinasi AI, yaitu ketika sistem memberikan informasi yang terlihat benar tetapi tidak didukung data yang valid.

“AI itu mau chat gpt, gemini atau apapun namanya AI itu harus kita ikat supaya jawabannya nanti tidak halusinasi, tidak halu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan terdapat kemungkinan adanya informasi terbaru yang belum tercakup dalam basis pengetahuan AI. Oleh karena itu, pengguna tetap perlu melakukan pengecekan terhadap informasi yang diperoleh, terutama untuk kebutuhan pekerjaan yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.

Untuk meminimalkan risiko halusinasi dan meningkatkan kualitas jawaban AI, Andi Isra membagikan tiga langkah utama yang dapat diterapkan pengguna. Pertama, menentukan persona atau peran yang diinginkan AI saat menjawab. Kedua, memberikan konteks yang jelas terkait kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi. Ketiga, menyusun instruksi atau prompt secara spesifik agar AI dapat memberikan respons yang lebih presisi dan tidak melebar ke topik lain.

“Jadi 3 ini yang digunakan untuk mengikat AI, supaya jawaban AI presisi tidak kemana-kemana,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Andi Isra juga berbagi pengetahuan tentang pemanfaatan berbagai platform AI, seperti NotebookLM dan Flow, serta memperkenalkan beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan dan proses belajar, di antaranya SciSpace dan Animind. Kegiatan SINERGI kali ini diikuti oleh sejumlah pegawai Balai Litbang Agama Makassar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak di lingkungan kerja.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment