Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Makassar kembali menggelar Klinik Moderasi Beragama pada Ahad, 20 Juli 2025. Bertempat di Aula Balai Litbang Agama Makassar, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 13.00 WITA hingga selesai, menghadirkan suasana penuh refleksi dan interaksi lintas iman.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang seluruhnya beragama Hindu, menjadikannya sesi yang unik dan sarat makna dalam perjalanan penguatan moderasi beragama di Sulawesi Selatan. Dengan metode kelas diskusi interaktif, para peserta diajak mendalami nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi jembatan harmonisasi antarpemeluk agama.
Klinik Moderasi Beragama ini menghadirkan Alwiyah Nur Syarif sebagai narasumber, serta dimoderatori oleh I Gst Ayu Uik Astuti. Diskusi berkembang hangat tentang bagaimana setiap individu memiliki cara berpikir, persepsi, dan pengalaman berbeda dalam merespons keberagaman di sekitarnya.
Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, turut hadir menyampaikan bahwa klinik ini merupakan bagian dari rangkaian program inovatif seperti visiting class dan moving class yang bertujuan menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Klinik ini juga menjadi ruang perjumpaan yang mendalam, di mana peserta dapat menggali pengalaman spiritual dan sosial, sekaligus memperluas wawasan tentang keberagaman agama di Indonesia.
Para peserta diajak menyadari pentingnya kontrol terhadap pikiran dan persepsi dalam melihat perbedaan, serta bagaimana membangun empati melalui dialog. Diskusi juga mengangkat fenomena sosial di berbagai wilayah Indonesia, seperti perbedaan praktik keagamaan di daerah mayoritas-minoritas, serta peran kearifan lokal dalam merawat harmoni sosial.
Suasana kegiatan tampak hangat namun penuh dengan refleksi. Peserta antusias berbagi pengalaman dan pandangan tentang bagaimana nilai-nilai agama seperti kasih, dharma, kesejukan batin, hingga toleransi universal dapat menjadi landasan sikap dalam kehidupan sosial.
Dengan memanfaatkan pendekatan dialogis dan partisipatif, Klinik Moderasi Beragama tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga wahana untuk menumbuhkan rasa saling memahami, menghormati perbedaan, dan memperkuat komitmen kebangsaan.
Balai Litbang Agama Makassar berharap kegiatan semacam ini terus memperkaya perspektif peserta, sekaligus memperkuat jejaring harmoni di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Leave a Comment