Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

🔔 Headline: Informasi terbaru akan selalu ditampilkan di sini • Update berita & pengumuman resmi • Selamat membaca

BLAM Gelar Coaching Enumerator Uji Validitas Instrumen IKSUB

  • Like:
  • 0
  • Share:
image
Pengarahan Teknis Survei Indeks Kesalehan Sosial Umat Beragama di BLA Makassar

Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKSUB) 2026 melalui kegiatan pengarahan teknis yang digelar secara daring melalui Zoom, Senin (6/4/2026), dilanjutkan dengan rapat internal di aula kantor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai yang akan ditugaskan sebagai enumerator di lapangan.

Pengarahan teknis menghadirkan Koordinator Pusat Pelaksanaan IKSUB, Rosidin, yang menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar briefing, melainkan ruang berbagi pengalaman antar pelaksana survei. mengingat sebagian besar pegawai BLAM Makassar telah berpengalaman dalam kegiatan survei sebelumnya.

Dalam arahannya, Rosidin menjelaskan secara rinci metode pelaksanaan survei yang akan digunakan, yakni wawancara langsung berbasis digital (CAPI), di mana enumerator membacakan pertanyaan kepada responden tanpa menyebutkan pilihan jawaban. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga objektivitas jawaban responden. 

“Dengan membacakan pilihan jawaban itu berpotensi mengganggu konsentrasi responden dalam menjawab dan cenderung mengarahkan pada pilihan tertentu”, tegas Rosidin.

Survei ini menyasar responden berusia 17–65 tahun atau sudah menikah, sehat jasmani dan rohani, mampu berkomunikasi dengan baik, serta telah berdomisili minimal enam bulan. Selain itu, partisipasi responden bersifat sukarela dan tidak boleh ada paksaan dari enumerator.

Lebih lanjut, Rosidin juga menekankan pentingnya teknik probing atau pendalaman informasi dalam wawancara, terutama pada pertanyaan terbuka. Menurutnya, kualitas data sangat ditentukan oleh kemampuan enumerator menggali jawaban yang naratif dan mendalam. “Probing itu pendalaman ya, penggalian informasi ya tentu kami mengukur indikator keberhasilan probing dari seseorang enumerator itu ketika jawaban yang disampaikan itu berisi narasi yang menggambarkan kondisi aksi atau aksi nyata”, jelasnya.

Tidak hanya itu, survei tahun ini juga menghadirkan tantangan baru, termasuk kewajiban dokumentasi berupa rekaman audio selama proses wawancara, bahkan dianjurkan menggunakan video. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas data.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Muis Riadi, menegaskan kesiapan seluruh pegawai untuk terlibat langsung sebagai enumerator. “Jadi kami turunkan semuua pegawai untuk turun sebagai enumerator dan insya allah apa yang dijelaskan tadi kita akan ikuti”, ujar Muis Riadi.

Sementara itu, Ketua Tim Indeksasi dan Program, Asnandar Abubakar, mengungkapkan bahwa pelaksanaan survei akan mencakup 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dengan mempertimbangkan keterwakilan wilayah pesisir, perkotaan, hingga pegunungan. Namun, ia mengakui adanya tantangan dalam implementasi metode yang cukup kompleks. “Apapun itu tantangannya saya kira ini merupakan hal yang harus kita manfaatkan karena jarang-jarang ada yang pelaksanaan yang begitu metodenya yang begitu ilmiah”, ungkap Asnandar.

Asnandar juga menjelaskan bahwa jumlah responden yang semula direncanakan mencapai lebih dari 300 orang kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan keterbatasan waktu. Hal ini mengingat satu sesi wawancara dapat memakan waktu hingga 30–40 menit, bahkan lebih jika terdapat pendalaman.

Rosidin menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam survei ini bukan hanya pada proses wawancara, tetapi juga dalam menemukan responden, terutama dari kelompok agama dengan jumlah penganut yang relatif sedikit. Oleh karena itu, ia mendorong koordinasi awal dengan pihak terkait di daerah.

Setelah sesi daring, kegiatan dilanjutkan dengan rapat internal yang membahas strategi teknis pelaksanaan di lapangan. Dalam forum ini, Muis Riadi kembali menekankan pentingnya keseriusan seluruh tim, terutama karena metode yang digunakan berbasis wawancara, bukan sekadar pengisian kuesioner. “Yang jelas bahwa saya butuhkan keseriusan teman-teman jangan hanya sekedar itu karena tidak bukan pengisian disini ini adalah wawancara”, jelas Muis Riadi. 

Dari sisi administrasi, Kepala Subbagian Tata Usaha, Andi Isra Rani, menyoroti pentingnya kesiapan pelaporan dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban anggaran. Ia mendorong tim Indeksasi dan Pelaporan untuk menyiapkan template laporan yang terstandar serta mekanisme pengumpulan bukti lapangan yang sistematis.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BLAM Makassar menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan Survei Indeks Kesalehan Umat Beragama 2026 berjalan secara profesional, akuntabel, dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment