Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Bantaeng (BLA Makassar) -- Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan Short Course Penguatan Moderasi Beragama Tingkat Desa yang digelar selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, di Aula Gedung Pelayanan Terpadu Haji dan Umroh Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga desa dalam merawat keberagaman sosial di wilayah mereka.
Acara ini menghadirkan narasumber Suaib Prawono dan Alwiyah Nur Syarif. Suaib Prawono membawakan materi tentang Scenario Thinking, Iceberg & U Process, serta Design Thinking, yang memandu peserta memahami cara berpikir strategis dan kreatif dalam menghadapi tantangan sosial di desa. Sementara Alwiyah Nur Syarif membahas pentingnya membangun perspektif yang sehat, menjadikan moderasi beragama sebagai inti gerakan (core movement), peran agency moderasi beragama, serta refleksi untuk memperkuat kesadaran bersama.
Suasana kegiatan terasa interaktif dan antusias. Peserta tampak aktif berdiskusi, mengajukan berbagai contoh situasi nyata yang mungkin mereka temui di sekitar, serta mencoba menerapkan konsep design thinking untuk mencari solusi yang terbuka dan mudah disesuaikan.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, dan Kepala Kemenag Bantaeng, Muh. Ahmad Jaelani, yang hadir untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menjaga kerukunan dan keberagaman.
Dengan pendekatan yang edukatif, short course ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman moderasi beragama yang lebih mendalam dan memberikan langkah konkret bagi peserta untuk menjaga harmoni sosial di desa masing-masing
Leave a Comment