Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (BLA) Makassar kembali menggelar kegiatan Klinik Moderasi Beragama (MB) yang diikuti oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) pada Ahad, 26 Oktober 2025 di Aula Balai Litbang Agama Makassar.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai ini menghadirkan Alwiyah Nur Syarif sebagai narasumber dan Abdul Azis Ilyas sebagai moderator. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama sekaligus membangun ruang dialog yang sehat antara berbagai kelompok masyarakat, khususnya komunitas Islam Tionghoa di Makassar.
Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa harmoni dalam keberagaman lahir dari sikap saling mengenal dan memahami satu sama lain. Nilai-nilai moderasi beragama diajarkan bukan untuk menciptakan ajaran baru, tetapi untuk menumbuhkan esensi ajaran agama yang mengajarkan keseimbangan, toleransi, dan kasih sayang.
Peserta kegiatan yang merupakan anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia juga turut berbagi pengalaman spiritual dan sosial. Mereka menceritakan perjalanan keislaman, dinamika kehidupan keluarga, hingga tantangan menjadi bagian dari komunitas minoritas. Cerita-cerita tersebut menjadi cerminan nyata bagaimana moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan memperlihatkan akhlak yang baik.
Melalui dialog interaktif, peserta diajak memahami empat pilar utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap kearifan lokal. Empat pilar ini menjadi dasar penting dalam menjaga keharmonisan bangsa yang majemuk seperti Indonesia.
Selain itu, diskusi juga membahas pemahaman peserta terhadap isu-isu keagamaan yang sering muncul di masyarakat, mulai dari persoalan pernikahan lintas agama hingga pandangan terhadap praktik keagamaan yang berbeda. Diskusi berjalan interaktif dan menunjukkan semangat belajar serta keterbukaan antar peserta.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, yang menegaskan pentingnya budaya berdialog sebagai cara untuk menghindari kesalahpahaman dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah perbedaan. Menurutnya, banyak pandangan negatif muncul karena orang lebih sering berbicara dengan pikirannya sendiri tanpa mau berdialog dengan orang lain.
Kegiatan bersama PITI ini sekaligus menjadi seri penutup dari rangkaian kelas Klinik Moderasi Beragama yang telah berlangsung sejak Maret 2025. Selama beberapa bulan, Klinik MB telah menjadi wadah belajar dan berbagi bagi berbagai komunitas di Makassar untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata.
Melalui seri penutup ini, BLA Makassar berharap semangat toleransi, sikap saling menghormati, dan budaya dialog terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai dasar kehidupan berbangsa dan beragama yang damai
Leave a Comment