Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Pangkep (BLA Makassar) -- Upaya memperkuat literasi moderasi beragama terus digencarkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya terlihat pada kegiatan Penguatan Literasi Moderasi Beragama Melalui Sastra Religi yang dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai unsur, seperti Kemenag Kabupaten Pangkep, STAI DDI Pangkep, MAN dan MTsN Pangkep, organisasi kepemudaan seperti PMII, HMI, IKA PMII, PC NU Pangkep, PD Muhammadiyah Pangkep, komunitas literasi seperti Forum Lingkar Pena, Pangkep Book Party, Pelita, Rumah Saraung, hingga Sikkodasere Pustaka. Keberagaman peserta menjadi hal yang menarik karena mencerminkan semangat kolaborasi lintas lembaga dan komunitas dalam merawat harmoni di daerah.
Sebagai narasumber, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, menyampaikan pentingnya literasi dan sastra religi sebagai ruang aman untuk berdialog, saling memahami, dan menumbuhkan empati antarumat. Melalui sastra, nilai moderasi beragama dapat disampaikan lebih lembut, manusiawi, dan dekat dengan keseharian, sehingga mudah diterima terutama oleh generasi muda.
Kegiatan ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengajak peserta melihat bagaimana karya sastra puisi, cerita pendek, esai, maupun narasi keagamaan dapat menjadi jembatan untuk menguatkan cara pandang yang adil, toleran, serta menghargai perbedaan. Peserta juga berdiskusi mengenai contoh-contoh karya religi yang mampu membangun kesadaran bersama tentang pentingnya hidup rukun.
Dengan pendekatan sastra religi, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemahaman moderasi beragama secara lebih kreatif, inklusif, dan menyentuh aspek kemanusiaan. Penguatan literasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat jejaring komunitas dan lembaga dalam mendukung budaya damai dan toleransi di Kabupaten Pangkep.
Leave a Comment