Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar menggelar Pertemuan Rapat Evaluasi Program Kelitbangan pada Senin, 8 Desember 2025, di Aula Lantai 3. Kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai tersebut menjadi momentum penting untuk menutup tahun 2025 dengan refleksi bersama atas capaian kinerja, tantangan, serta arah pengembangan lembaga ke depan. Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, bersama Kepala Subbagian Tata Usaha, Andi Isra, turut hadir memimpin jalannya evaluasi yang berlangsung dinamis dan penuh diskusi produktif.
Sebagai moderator, Andi Isra membuka kegiatan dengan ajakan untuk melihat kembali perjalanan kinerja selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa 2025 merupakan tahun penuh milestone bagi Balai Litbang Agama Makassar yang dapat dicapai berkat kerja sama seluruh unsur organisasi. Menjelang akhir tahun, setiap unit diminta untuk melakukan refleksi terhadap Perjanjian Kinerja (Perkin) 2025 agar kendala, progres, serta peluang perbaikan dapat dikenali sebagai bekal penyusunan program tahun 2026. Isra menekankan bahwa Perkin menjadi dasar penting untuk melihat intervensi setiap unit dan memastikan arah kinerja lembaga tetap terukur dan selaras.
Satu per satu ketua tim memaparkan capaian. Paparan diawali oleh Tim Kepegawaian yang diwakili Syamsuddin dan Mukarramah menjelaskan pencapaian indikator profesionalisme ASN melalui empat aspek penilaian: kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Meskipun sebagian indikator telah terpenuhi, tim menyoroti perlunya peningkatan partisipasi pegawai dalam pelatihan, termasuk melalui platform MOOC agar nilai kompetensi dapat mencapai target. Data evaluasi moderasi beragama juga dipaparkan dengan membagi capaian pada dua kelompok sasaran, yakni tenaga pendidik serta tokoh masyarakat dan agama.
Dari bidang keuangan dan perencanaan, Nasrun Alboneh melaporkan bahwa realisasi indikator pelaksanaan anggaran telah melampaui target dengan capaian 94,7 persen. Ketepatan penyusunan dokumen perencanaan, termasuk PKKR dan RKT, juga telah memenuhi standar. Namun ia menegaskan bahwa beberapa nilai kinerja perencanaan baru akan diperbarui pada akhir Desember sesuai arahan KPPN. Tim Analis Kebijakan yang diwakili oleh Asnandar Abubakar turut melaporkan capaian penyusunan policy brief dan policy paper yang telah melampaui target dengan total 14 dokumen dan beberapa lainnya masih dalam proses finalisasi menuju akhir tahun.
Pada bidang Pelaporan Arsip dan Data, Asnianti menyampaikan perkembangan pemenuhan indikator digitalisasi arsip melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi dan aplikasi internal lainnya. Ia juga melaporkan bahwa jumlah peserta sarasehan moderasi beragama telah mencapai 1.924 orang, melebihi target yang ditetapkan. Penyelesaian laporan teknis semester I dan II juga sedang dalam tahap verifikasi oleh tim penuntasan laporan.
Sementara itu, Ketua Tim Umum, BMN, dan Perpustakaan, Andi Hijaz, memaparkan 3 indikator utama yang telah direalisasikan, diantaranya penyusunan RKBMN yang telah rampung dan direview Irjen. Penambahan konten keagamaan dan pendidikan di media sosial meningkat tajam dari tahun sebelumnya, sementara koleksi digital perpustakaan yang dapat diakses secara daring juga telah melampaui target 15 persen. Meski akreditasi perpustakaan masih berada pada kategori B, capaian tersebut dinilai sudah lebih tinggi dari target yang ditetapkan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, memberikan penguatan terkait arah kerja organisasi ke depan. Ia menegaskan pentingnya setiap pegawai meningkatkan kompetensi secara mandiri, terutama melalui pelatihan daring seperti MOOC yang saat ini tersedia luas tanpa batasan kuota. Ia mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas bukan hanya untuk memenuhi indikator kinerja, tetapi juga menjadi modal penting bagi kualitas layanan publik dan pengembangan organisasi di tahun 2026.
Melalui rapat evaluasi ini, seluruh pegawai memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian, tantangan, serta peluang peningkatan kinerja. Evaluasi akhir tahun ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi Balai Litbang Agama Makassar dalam menjalankan program-program yang lebih berkualitas, terukur, dan berdampak pada tahun mendatang.
Leave a Comment