Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Komitmen membangun lembaga yang bersih, profesional, dan berintegritas ditegaskan melalui kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Pencanangan Zona Integritas yang digelar di Aula Kantor Balai Litbang Agama Makassar, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Muis Riadi, Kepala Subbagian Tata Usaha, serta seluruh pegawai sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat tata kelola lembaga.
Langkah ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola lembaga, khususnya di tengah masa transisi kelembagaan yang tengah berlangsung. Penandatanganan pakta integritas bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan sikap dan kesiapan seluruh pegawai untuk bekerja sesuai aturan, menjunjung integritas, dan mendukung percepatan kinerja lembaga.
Dalam arahannya, Muis Riadi menekankan pentingnya makna kebangsaan dan posisi ASN sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang tidak terpisahkan dari negara. "Kita ini adalah bagian daripada negara, kita ini adalah bagian daripada pemerintahan yang setidaknya adalah bagian daripada yang mengatur pemerintahan", ujar Muis Riadi.
Menurutnya, komitmen terhadap aturan harus dimulai dari kesadaran pribadi. Penandatanganan pakta integritas menjadi simbol kesepakatan moral untuk patuh dan konsisten menjalankan tanggung jawab.
"Kita harus menandatangani itu artinya sesuatu yang kita sepakati dalam diri kita bahwa suka atau tidak suka kita adalah bagian dari aturan, aturan yang ditetapkan maka kita harus laksanakan. kalau hal-hal kecil saja kita tidak bisa lakukan bagaimana dengan hal-hal yang besar", tegas Muis Riadi.
Ia juga menegaskan bahwa ukuran profesionalisme seseorang justru terlihat dari hal-hal kecil. Fondasi yang kuat akan menentukan kokohnya bangunan besar yang ingin diwujudkan bersama.
Dalam konteks masa transisi, BLAM saat ini tengah menanti perubahan nomenklatur dan penguatan peran sebagai bagian dari pengembangan kompetensi. Kepala Balai menilai, momentum ini harus disiapkan dari dalam, dengan meningkatkan kapasitas diri, memperkuat budaya membaca, dan membangun sumber daya manusia yang lahir dan tumbuh dari lembaga itu sendiri.
"Pakta integritas adalah pakta yang harus sesuai dengan hati, pikiran dan perbuatan itu maksudnya artinya kita bertanda tangan disini sebagaimanapun secara simbol tapi dengan hal-hal kecil, mudah-mudahan hal kecil ini bisa memaknai mindset kita.” jelas kepala BLAM.
Selain itu, Ia juga menjelaskan semangat kerja “progresif” yang menjadi jargon kepemimpinannya, cepat, berkemajuan, dan berorientasi pada hasil. Baginya, kedisiplinan terhadap hal-hal kecil seperti ketepatan waktu dan konsistensi kerja menjadi cerminan kesiapan lembaga menghadapi tanggung jawab yang lebih besar, termasuk peran strategis dalam penilaian kompetensi ke depan.
Pencanangan Zona Integritas dan penandatanganan pakta integritas ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya kerja yang lebih baik di BLAM. Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud komitmen bersama untuk menghadirkan lembaga yang profesional, dapat dipercaya, dan siap berkontribusi dalam merumuskan serta mendukung kebijakan keagamaan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Leave a Comment