Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar mengejar predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), tetapi membangun budaya kerja yang berintegritas dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui keikutsertaan Balai Litbang Agama Makassar dalam kegiatan Penguatan dan Koordinasi Persiapan Penilaian Nasional Zona Integritas Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom, Selasa (7/7/2026).
Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafi'i, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat reformasi birokrasi serta pencegahan dan pemberantasan korupsi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membangun integritas tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kepemimpinan, kerja sama tim, konsistensi, dan kesungguhan seluruh aparatur dalam menjalankan amanah.
"Yang lebih penting adalah bisa dengan semangat yang tulus, semangat yang tinggi merasakan bahwa pekerjaan ini adalah pengabdian kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan zona integritas itu hanya ikutannya, WBK itu ikutannya, WBBM itu adalah ikutannya." ucap Wamen Kemenag RI melalui zoom.
Romo Syafi'i juga mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk menjadikan integritas sebagai karakter dalam bekerja sehingga predikat WBK dan WBBM menjadi hasil dari budaya kerja yang baik.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Agama melalui Khairunas menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh satuan kerja yang diusulkan mengikuti Penilaian Nasional Zona Integritas Tahun 2026. Sebanyak 35 satuan kerja mengikuti proses penguatan ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian nasional.
"Kami berharap betul agar betul dipersiapkan diri, dipersiapkan segala sesuatu secara teknis secara detail bahan-bahan yang diperlukan instrumen yang diperlukan dalam rangka menghadapi proses penilaian nasional ini." harapnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh satuan kerja yang diusulkan berhasil meraih predikat WBK maupun WBBM, hal tersebut akan menjadi capaian penting bagi Kementerian Agama dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja.
Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Siti Mudayaroh, menjelaskan bahwa kegiatan penguatan kali ini lebih difokuskan pada berbagi pengalaman dan strategi menghadapi tahapan penilaian nasional. Menurutnya, seluruh satuan kerja yang diusulkan telah memahami substansi pembangunan Zona Integritas sehingga pembahasan diarahkan pada pengalaman menghadapi seleksi administrasi, wawancara, hingga kunjungan lapangan.
Ia juga mengingatkan seluruh satuan kerja agar memastikan seluruh tautan dan dokumen pendukung dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dapat diakses dengan baik sebagai bagian dari kesiapan administrasi menuju penilaian nasional.
Di Balai Litbang Agama Makassar, berbagai langkah terus dipersiapkan untuk mendukung proses penilaian tersebut. Sekretaris Tim Zona Integritas Balai Litbang Agama Makassar, Nurhidayah Putri atau yang lebih akrab disapa Putri, mengatakan bahwa fokus utama tim adalah memastikan seluruh bukti dukung sesuai dengan LKE, meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Survei Persepsi Kualitas Pelayanan dan Survei Persepsi Anti Korupsi, mengembangkan inovasi layanan, memperkuat manajemen risiko dan kinerja, serta mempersiapkan seluruh pegawai menghadapi tahapan wawancara penilaian nasional.
"Fokus utama kami adalah menunjukkan bahwa pembangunan zona integritas di Balai Litbang Agama Makassar tidak hanya menghasilkan dokumen administrasi saja tetapi benar-benar membawa perubahan pada kualitas pelayanan, budaya kerja dan kepuasan masyarakat sehingga seluruh pegawai memiliki peran yang sama dalam mewujudkan keberhasilan zona integritas." ujar Putri setelah mengikuti zoom.
Putri menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab seluruh pegawai, bukan hanya Tim Zona Integritas. Karena itu, setiap ASN di Balai Litbang Agama Makassar terus diberikan pemahaman mengenai pembangunan Zona Integritas agar mampu berkontribusi sesuai perannya dalam menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas, bersih, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Leave a Comment