Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Luwu Timur (BLA Makassar) -- Hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kabupaten Luwu Timur tahun 2025 menunjukkan capaian membanggakan. Dengan nilai 80,84, masyarakat Luwu Timur dinilai berada dalam kondisi “sangat rukun.” Angka ini menjadi gambaran kuatnya semangat toleransi, kesetaraan, dan kerjasama antarumat beragama di daerah tersebut.
Kegiatan Expose Hasil Pengukuran IKUB 2025 ini digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Selasa, 04/11/2025, atas kerja sama Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Kemenag Luwu Timur, OKP Pemda, para camat se-Luwu Timur, kepala desa, hingga tokoh agama dan akademisi.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Luwu Timur, Nursih Hariani, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan survei, termasuk FKUB, akademisi, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa capaian tinggi ini menjadi bukti kuatnya pondasi sosial masyarakat Luwu Timur, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa kerukunan harus terus dijaga dan diperkuat setiap hari melalui tindakan sosial dan kebijakan yang inklusif.
Dari hasil survei, tiga dimensi utama yang diukur meliputi Toleransi, Kesetaraan, dan Kerjasama, dengan rincian: Toleransi: 3,21 (80,21%), Kesetaraan: 3,29 (82,36%) dan Kerjasama: 3,20 (79,96%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat Luwu Timur memiliki dasar kehidupan sosial yang kuat, meski masih perlu penguatan di bidang interaksi lintas iman dan optimalisasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah menjelaskan bahwa hasil survei yang dipaparkan bersifat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Luwu Timur yang telah merancang kebijakan dengan pendekatan berbasis scientific reason atau alasan ilmiah, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di daerah.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Survei dari Balai Litbang Agama Makassar, Asnandar Abubakar, turut memberikan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan survei dan proses pengumpulan data yang menjadi dasar penilaian indeks tahun ini.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Makassar, Andi Isra, turut memandu jalannya kegiatan sebagai moderator. Dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan, para peserta aktif menyimak dan memberikan tanggapan. Salah seorang peserta dari Desa Tarengge, Kabupaten Luwu Timur, mengusulkan agar pengukuran indeks KUB di masa mendatang dapat dilakukan hingga tingkat desa, sehingga potret kerukunan masyarakat dapat terlihat lebih rinci dan menyeluruh.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kerukunan di Luwu Timur tidak hanya menjadi capaian angka, tetapi juga menjadi gaya hidup sosial yang tumbuh dari kesadaran, saling menghargai, dan semangat gotong royong masyarakatnya.
Leave a Comment