Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Jakarta (BLA Makassar) -- Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar (BLAM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) keagamaan dengan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI Tahun 2026 yang digelar di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, pada 29–30 Januari 2026.
Kehadiran BLAM dalam forum ini diwakili langsung oleh Kepala BLAM, Muis Riadi, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Andi Isra Rani serta Perencana BLAM, Nasrun Alboneh. Rakernas tahun ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi SDM untuk Menopang Kemaslahatan Umat Masa Depan”, yang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas aparatur Kementerian Agama agar mampu menjawab tantangan zaman.
Rakernas BMBPSDM 2026 dihadiri oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama jajaran pejabat Kementerian Agama dari berbagai satuan kerja di Indonesia. Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa tantangan kelembagaan ke depan menuntut perubahan cara berpikir dalam pengelolaan organisasi pemerintah. Modernisasi birokrasi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi agar tata kelola organisasi semakin adaptif dan efektif. Selain itu, efisiensi anggaran juga menjadi perhatian utama, agar belanja organisasi tidak hanya terserap untuk biaya rutin, tetapi mampu menghasilkan output dan outcome yang nyata bagi masyarakat.
Menag juga menyoroti pentingnya lembaga-lembaga di bawah Kementerian Agama untuk peka membaca dinamika sosial-keagamaan, mulai dari isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, hingga perubahan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar BMBPSDM berperan aktif menyampaikan persoalan riil di lapangan, bukan sekadar laporan capaian seremonial, sehingga kebijakan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan publik.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BMBPSDM Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa seluruh program kerja BMBPSDM harus berlandaskan nilai keagamaan dengan tiga fokus utama: rukun, maslahat, dan cerdas. Ia menekankan, berbagai program prioritas Kemenag mulai dari penguatan kerukunan, ekoteologi, pelayanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, pemberdayaan ekonomi umat, hingga digitalisasi layanan harus mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini.
Pada kesempatan ini juga, Kepala BLAM, Muis Riadi, turut menandatangani dokumen Perjanjian Kinerja (PERKIN) bersama para pimpinan satuan kerja lainnya. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen BLAM dalam mendukung kebijakan strategis Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan riset dan pengembangan keagamaan yang berdampak langsung bagi kemaslahatan umat.
Melalui keikutsertaan dalam Rakernas ini, BLAM menegaskan perannya sebagai bagian dari ekosistem pengembangan SDM keagamaan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di masa depan.
Leave a Comment