Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Upaya mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani terus diperkuat. Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mengikuti kegiatan Entry Meeting Desk Evaluation Tahap II Inspektorat IV Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom, sebagai bagian dari proses penilaian Zona Integritas (ZI) menuju predikat WBK/WBBM.
Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan sejumlah satuan kerja mitra Inspektorat IV Kementerian Agama RI. Dari Balai Litbang Agama Makassar, Kepala Balai Muis Riadi, Kasubbag TU Andi Isra Rani, serta seluruh PIC tim Zona Integritas turut ambil bagian dalam proses evaluasi yang menjadi tahap penting dalam perjalanan menuju predikat birokrasi yang berintegritas.
Dalam arahannya, perwakilan Inspektorat IV, Syaiful Afif, menegaskan bahwa peran pimpinan menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan Zona Integritas. Ia mengingatkan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
“Reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada aspek prosedural saja tapi harus benar-benar menghasilkan dampak kepada masyarakat”, jelasnya.
Penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada dokumen, tetapi juga implementasi nyata di lapangan. Dalam evaluasi ini, terdapat sejumlah catatan penting terkait anatomi kegagalan yang sering terjadi pada satuan kerja, di antaranya perubahan pada enam area yang masih bersifat formalitas, belum terlihatnya dampak nyata dari perbaikan, serta adanya kesenjangan antara dokumen dan kondisi sebenarnya.
Selain itu, inovasi pelayanan juga menjadi perhatian utama. Setiap satuan kerja diminta mampu menunjukkan pelayanan berbasis teknologi yang benar-benar berjalan, inovasi yang baru dan berdampak, serta sistem monitoring yang jelas dan terukur. Hal ini bertujuan agar perubahan yang dilakukan dapat terlihat secara konkret melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah.
Lebih jauh, paradigma pembangunan Zona Integritas juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya fokus pada kelengkapan dokumen dan pencapaian nilai, kini orientasi diarahkan pada kepuasan masyarakat sebagai indikator utama keberhasilan.
“Tujuan akhirnya adalah bukan hanya piagam, bukan hanya dapat sertifikat wbk wbm tetapi birokrasi itu benar-benar berdampak, birokrasi itu benar-benar bersih melayani”, ujar Syaiful Afif.
Tahapan yang sedang dilalui saat ini merupakan desk evaluation, yang selanjutnya akan berlanjut ke evaluasi lapangan hingga penilaian nasional oleh Kementerian PAN-RB. Setiap tahap menjadi penentu apakah satuan kerja mampu membuktikan komitmennya secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebelum pelaksanaan zoom meeting, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Muis Riadi juga telah memberikan sejumlah arahan strategis kepada tim. Di antaranya pentingnya pemahaman menyeluruh anggota terhadap Zona Integritas, kesiapan menghadapi wawancara acak, hingga perhatian pada aspek transparansi pengadaan dan pelayanan publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tim memiliki kesiapan yang merata, baik secara teknis maupun substansi.
Sebagai penutup, Balai Litbang Agama Makassar menyatakan optimisme dalam proses ini. Dari aspek layanan yang dinilai sudah baik, menjadi indikator bahwa upaya perbaikan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini menjadi bukti keseriusan dalam mewujudkan birokrasi yang berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Leave a Comment