Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Palu (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama (BLA) Makassar bersama Pemerintah Kota Palu menggelar pelaksanaan Kick Off Meeting dan Coaching Enumerator Pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2026 di Hotel Khas Palu, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyiapkan enumerator sekaligus memperkuat pengukuran kerukunan umat beragama melalui data yang akurat. Hasil pengukuran diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah keberagaman Kota Palu.
Kepala BLA Makassar, Muis Riadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu yang terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun. Menurutnya, pengukuran IKUB tidak hanya menghasilkan angka, tetapi menjadi gambaran kondisi sosial masyarakat yang dapat membantu melihat kekuatan, tantangan, dan peluang dalam memperkuat kerukunan.
“Indeks Kerukunan Umat Beragama bukan sekadar survei statistik, melainkan instrumen strategis untuk membaca kesehatan sosial suatu daerah.” ujar Muis Riadi.
Ia menjelaskan, Kota Palu memiliki modal sosial yang kuat sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya. Pengalaman masyarakat bangkit bersama setelah bencana tahun 2018 juga menunjukkan bahwa solidaritas lintas agama dan lintas komunitas menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pelaksanaan IKUB 2026 diharapkan mampu memotret kondisi masyarakat secara objektif, mengidentifikasi potensi tantangan sejak dini, serta memperkuat budaya pengambilan keputusan yang berbasis data.
Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025, Indeks Kerukunan Umat Beragama Kota Palu mencapai 76,05 atau berada pada kategori rukun baik. Nilai tersebut terdiri atas dimensi toleransi 76,82, kesetaraan 75,65, dan kerja sama 75,69. Capaian ini menunjukkan bahwa fondasi kerukunan masyarakat Palu sudah baik, namun masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan, terutama melalui penguatan kesetaraan, perluasan kerja sama lintas agama, serta pelibatan generasi muda dalam membangun budaya hidup harmonis.
Muis menegaskan bahwa keberhasilan meningkatkan kualitas kerukunan tidak hanya bergantung pada hasil pengukuran, tetapi juga pada keterlibatan seluruh unsur masyarakat. “Kerukunan bukan sekadar kondisi sosial. Kerukunan adalah modal pembangunan, fondasi persatuan, dan investasi bagi masa depan Kota Palu.” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palu, Abidin, mengatakan pengukuran Indeks KUB merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Palu dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kerukunan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Kota Palu menjadi salah satu kabupaten/kota yang secara mandiri melaksanakan pengukuran Indeks KUB sebagai bagian dari indikator kinerja daerah sekaligus memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi aparatur yang terlibat dalam proses survei.
“Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan, kita bisa jaga, kita tingkatkan lagi dengan komunikasi, kerjasama dengan seluruh warga masyarakat tanpa membedakan suku, etnis, maupun agama.” ucap Abidin.
Ia juga mengajak seluruh enumerator di 46 kelurahan menjalankan tugas secara profesional sekaligus membangun silaturahmi dengan masyarakat selama proses pengumpulan data. Menurutnya, pendekatan yang baik akan memperkuat nilai toleransi, kesetaraan, dan kerja sama yang selama ini menjadi kekuatan Kota Palu dalam menjaga kehidupan yang rukun.
Melalui Kick Off Meeting dan Coaching Enumerator ini, Balai Litbang Agama Makassar bersama Pemerintah Kota Palu memperkuat sinergi dalam menghadirkan data yang berkualitas sebagai gambaran nyata kondisi kerukunan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi coaching atau pelatihan teknis pengumpulan data lapangan bagi 46 enumerator yang merupakan perwakilan dari 46 kelurahan di Kota Palu. Pelatihan ini membekali para enumerator dengan pemahaman yang sama mengenai mekanisme survei agar proses pengumpulan data berlangsung akurat, objektif, dan sesuai metode yang telah ditetapkan.
Diharapkan, hasil pengukuran IKUB Tahun 2026 mampu memberikan arah yang lebih tepat dalam memperkuat harmoni sosial, sehingga Kota Palu terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Leave a Comment