Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Palu (BLA Makassar) -- Pemerintah Kota Palu beserta Kementerian Agama Kota Palu bekerja sama dengan Balai Litbang Agama Makassar menggelar kegiatan Short Course Moderasi Beragama pada 14-15 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu ini pada Senin, 14 Juli 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dengan dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ketua FKUB Kota Palu, serta para tamu undangan lainnya.
Short course ini diikuti oleh 54 orang Purna Paskibraka Kota Palu tahun 2024 yang merupakan alumni Diklat Taplai Lemhanas Rl. Para peserta diharapkan menjadi pionir dalam mewujudkan generasi muda yang inklusif, berkarakter moderat, serta siap menjadi Duta Moderasi Beragama di tengah masyarakat, khususnya bagi kalangan milenial dan Gen Z.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang dianggap sebagai calon pemimpin masa depan. Ia memberikan pesan inspiratif agar generasi muda Palu berani bermimpi besar dan berkontribusi bagi perubahan dunia. “Kalian harus punya mimpi besar, jangan cetek! Rubah dunia dengan ilmu yang kalian peroleh. Kota Palu ini beragam—suku, etnis, agama—dan kalianlah garda terdepan yang akan menjaga keharmonisannya. Tanamkan empat indikator moderasi beragama, terutama komitmen kebangsaan!” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Palu, Ansyar Sutiadi, menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari paham-paham radikal yang berpotensi mengancam persatuan bangsa, “Kami ingin anak-anak muda Palu imun dari ideologi ekstrem yang mengancam persatuan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, menyoroti peran penting generasi Z di era digital. Menurutnya, generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi sebagai sarana penyebaran nilai-nilai moderasi, “Kami generasi X adalah imigran digital, tapi kalian (generasi Z) adalah penghuni tetapnya. Jangan takut teknologi, tapi gunakan untuk menyebarkan nilai moderasi!” pesannya penuh harap.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dari Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja antara Pemkot Palu dan Kementerian Agama RI melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang telah ditandatangani pada 30 Juni 2025 lalu di Jakarta. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan moderasi beragama dan pelaksanaan Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama. Hanya dalam waktu 14 hari setelah penandatanganan, implementasi kerja sama ini berhasil direalisasikan melalui penyelenggaraan short course yang menjadi kebanggaan tersendiri karena kecepatan pelaksanaannya.
Pemkot Palu melihat pentingnya membangun kesadaran generasi muda akan nilai-nilai kebhinekaan di era digital. Kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan borderless ideology membuat berbagai paham keagamaan dari konservatif hingga ekstrem mudah diakses oleh siapapun. Hal ini menuntut perhatian serius agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman keagamaan yang moderat sekaligus menjaga nilai-nilai keindonesiaan. Pelaksanaan short course ini juga sejalan dengan visi Pemerintah untuk memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, HAM, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat moderasi beragama semakin mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkokoh harmoni sosial di Kota Palu sebagai kota yang majemuk dan toleran.
Leave a Comment