Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Malili (BLA Makassar) -- Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama. Hal itu ditunjukkan dengan kembali berkolaborasi dengan Balai Litbang Agama Makassar untuk melaksanakan survey indeks kerukunan umat beragama. Starting point nya, bertempat di Aula Kantor Kesbangpol, Malili, Kabupaten Luwu Timur digelar kegiatan Coaching Enumerator Survey Indeks Kerukunan Umat Beragama pada Kamis, 10 Juli 2025 sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pelaksanaan survei, antara lain Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid, Sekretaris Kesbangpol Alfian Bakran, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BLAM, Andi Isra, Koordinator Tim Asnandar, tim coaching, peserta, hingga para tamu undangan yang hadir dengan antusias.
Sebagai daerah yang dikenal memiliki masyarakat majemuk dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis, Kabupaten Luwu Timur menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kerukunan antarwarga. Untuk itu, pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) menjadi langkah penting untuk memahami kondisi sosial keagamaan dan menetapkan arah kebijakan pembangunan yang inklusif.
Melalui kerja sama dengan Balai Litbang Agama Makassar, pemerintah luwu timur menargetkan pengumpulan data dari 1.280 responden yang ditentukan menggunakan metode multi-stage random sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner yang diolah dan dianalisis oleh tim teknis untuk mendapatkan gambaran objektif kondisi kerukunan umat beragama.
Program ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sejak tahun 2024. Sejak tahun tersebut, Luwu Timur mencatatkan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama sebesar 80,47 dengan kategori “Sangat Tinggi”. Angka ini diperoleh berdasarkan tiga indikator utama: toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh, seperti masuknya kelompok keagamaan tertentu serta perpindahan penduduk dari luar wilayah menjadi tantangan yang harus diantisipasi untuk menjaga stabilitas kerukunan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menempatkan program pengukuran IKUB sebagai kegiatan rutin tahunan, sebagai bentuk komitmen dalam memelihara kerukunan. Diharapkan hasil survei tahun ini mampu memberikan rekomendasi strategis sebagai bahan pengambilan kebijakan khususnya untuk meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama ke depan.
Leave a Comment