Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Suasana Haru Warnai Pelantikan PPPK Tahap II Optimalisasi di BLAM

  • Share:
image
Pelantikan Pegawai P3K Tahap II Optimalisasi Tahun 2025

Makassar (BLA Makassar) -- Suasana haru sekaligus penuh kebahagiaan menyelimuti Aula Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar pada Kamis pagi, saat pelantikan dan penyerahan SK P3K Tahap II Optimalisasi 2025 resmi dilaksanakan pada Kamis, 28 November 2025. Sebanyak lima pegawai Balai Litbang Agama Makassar, Kaharuddin, Anwar, Rifai, Herman, dan Ridwan dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar ASN Kementerian Agama.

Pelantikan ini tidak hanya dihadiri para pegawai Balai Litbang Agama Makassar dan penerima SK, tetapi juga keluarga, menjadikannya momen yang penuh kehangatan dan dukungan.

Sebelum penyerahan SK, salah satu peserta pelantikan, Kaharuddin menyampaikan kesan dan pesannya mengenai perjuangan selama 20 tahun untuk meraih mimpi menjadi ASN. Kisahnya bukan hanya tentang perjuangan pribadi, tetapi juga tentang keyakinan bahwa pendidikan dan kerja keras mampu mengubah keadaan keluarga. “Tidak ada perjuangan yang sia-sia jika kita punya tujuan,” tutupnya, disambut haru oleh para hadirin.

Setelah penyerahan SK, Kepala Subbagian Tata Usaha, Andi Isra, memberikan arahan sekaligus refleksi. Ia menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi spesial karena merupakan pelantikan terakhir dari format pengadaan ASN di Kementerian Agama, setelah sebelumnya ada CPNS, P3K dan P3K Tahap II Non Optimalisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa proses menuju Tahap II Optimalisasi bukanlah perjalanan mudah. Para pegawai sebelumnya sempat mengalami ketidakpastian penempatan—mulai dari Lumajang hingga Tidore. Namun kebijakan baru akhirnya mengembalikan seluruh peserta Optimalisasi ke satuan kerja masing-masing.

Dalam arahannya, Andi Isra mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan hanya soal hasil kerja, tetapi juga proses dan perilaku kerja, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Ia menegaskan pentingnya membangun motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri, bukan hanya dari gaji, honor, atau tugas tambahan. “Kerja adalah ibadah dan pengabdian. Ini bukan hanya tentang penghasilan, tapi tentang manfaat yang bisa kita berikan untuk bangsa dan keluarga,” ujarnya.

Ia berharap para P3K yang baru dilantik dapat menjaga semangat, memupuk komitmen, dan terus mengembangkan kompetensi agar lebih siap menghadapi perubahan organisasi dan tuntutan pekerjaan ke depan.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi titik awal perjalanan baru bagi kelima P3K yang dilantik. Kehadiran keluarga mereka menambah kekuatan emosional seolah menegaskan bahwa setiap perjuangan selalu lebih ringan saat dijalani bersama orang-orang terkasih.

Dengan selesainya pelantikan, Balai Litbang Agama Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter, tulus, dan bekerja dengan hati.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa