Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Suasana di SMA Negeri 14 Makassar tampak berbeda dari biasanya. Sekitar 30 siswa mengikuti kegiatan “Moving Class Moderasi Beragama”, Rabu, 29 Oktober 2025, sebuah metode pembelajaran interaktif yang menghadirkan pengalaman belajar langsung tentang nilai-nilai moderasi beragama.
Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator Asnandar dari Balai Litbang Agama Makassar. Sejak awal sesi, suasana kelas terasa hidup. Fasilitator mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan untuk mengenal sembilan kata kunci dan empat indikator utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal.
Lewat berbagai aktivitas interaktif dan diskusi ringan, siswa diajak memahami bahwa komitmen kebangsaan bisa diwujudkan dalam hal-hal sederhana, seperti mengikuti upacara bendera atau memasang simbol negara. Toleransi ditunjukkan dengan menghormati teman berbeda agama tanpa memaksakan keyakinan. Sementara anti kekerasan digambarkan melalui penolakan terhadap tindakan seperti perundungan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal diwujudkan dengan menghargai tari-tarian, pakaian, dan makanan khas daerah.
Menariknya, fasilitator memperkenalkan konsep “angka 6 dan 9”, sebuah ilustrasi sederhana tentang pentingnya memahami sudut pandang orang lain.
Melalui metode moving class ini, para siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang menumbuhkan empati, pemahaman, dan sikap moderat.
Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu membantu siswa memahami bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi sikap hidup yang perlu diterapkan dalam berbagai ruang, baik privat, seperti dalam keyakinan pribadi, maupun publik, seperti di sekolah, pasar, atau media sosial.
Dengan semangat belajar yang tinggi dan suasana belajar yang menyenangkan, Moving Class Moderasi Beragama di SMA 14 Makassar menjadi contoh bagaimana pendidikan nilai bisa dikemas secara kreatif, dekat dengan kehidupan siswa, dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Leave a Comment