Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar menggelar Acara Serah Terima Jabatan Kepala Balai Litbang Agama Makassar yang berlangsung di aula kantor, Senin, (02/01/2025). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Saprillah sebagai Kepala Balai Litbang Agama Makassar periode 2019–2025, sekaligus awal kepemimpinan Muis Riadi sebagai Kepala Balai yang baru.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran ASN Balai Litbang Agama Makassar, Dharma Wanita, serta tamu undangan lainnya. Suasana berlangsung hangat, penuh refleksi, dan sarat nilai kebersamaan, ditandai dengan pesan, kesan, serta harapan untuk keberlanjutan institusi ke depan.
Mewakili seluruh ASN Balai Litbang Agama Makassar, Asnandar Abubakar menyampaikan pesan dan kesan mendalam tentang sosok Saprillah yang dikenal memiliki kekuatan narasi, kedalaman spiritual, serta kepemimpinan berbasis pengalaman. Ia menggambarkan bagaimana Saprillah kerap menghadirkan pendekatan yang tidak biasa dalam memimpin dan menjelaskan persoalan, termasuk dalam forum-forum strategis moderasi beragama.
“Nah kalau misalnya berbicara konsep, beliau ini yang paling lengkap saya kira retorikanya dan konsepnya,”. ujar Asnandar.
Dalam sambutannya, Saprillah menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah membersamainya selama bertugas. Ia menegaskan bahwa Balai Litbang Agama Makassar bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang penuh dinamika emosi dan perjuangan bersama.
“kantor ini bukan sekedar tempat bekerja tetapi juga banyak emosi yang muncul disini,” ucap Saprillah.
Pada kesempatan tersebut, Saprillah juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh ASN atas kebijakan maupun tutur kata yang mungkin tidak berkenan selama masa kepemimpinannya.
“Saya meminta maaf jika ada hal yang melukai, kata-kata saya melukai perasaan teman-teman kebijakan saya tidak bisa atau tidak sesuai dengan kebutuhan teman-teman saya minta maaf,” ucap Saprillah dengan nada tulus.
Sementara itu, Muis Riadi dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang saling memudahkan, terbuka, dan kolaboratif. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baginya adalah tentang melayani dan mencari solusi bersama,
“Kalau masih bisa dipermudah kenapa mesti dipersulit,” tegas Muis di hadapan seluruh pegawai.
Muis Riadi juga mengajak seluruh ASN dan Dharma Wanita untuk terlibat aktif membangun suasana kerja yang sehat, terbuka, dan saling mendukung. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dibandingkan membicarakan persoalan di belakang, demi menjaga kepercayaan dan soliditas tim, "peran Dharmawanita ini sangat penting", ujar Muis Riadi.
Melalui serah terima jabatan ini, Balai Litbang Agama Makassar diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis, memperkuat peran kelembagaan, serta terus beradaptasi dengan perubahan, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan, kemanusiaan, dan profesionalisme yang telah dibangun sebelumnya.
Leave a Comment