Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Makassar menggelar kegiatan Penguatan Literasi Moderasi Beragama melalui Sastra Religi Tahun 2025 di Gedung B Smart Class Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/10) ini diikuti oleh 46 peserta.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama melalui pendekatan sastra sebagai media literasi keagamaan yang lebih inklusif dan menyentuh sisi kemanusiaan. Sastra dianggap mampu menjadi sarana refleksi nilai-nilai keagamaan dengan cara yang halus, mendalam, dan dekat dengan realitas sosial masyarakat.
Sebagai narasumber, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, membawakan materi “Sastra sebagai Ekspresi Literasi Keagamaan" dengan Andi Isra Rani, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Makassar, bertugas sebagai moderator. Dalam penyampaiannya, kegiatan ini menyoroti pentingnya kemampuan memahami teks dan makna keagamaan secara kontekstual, sejalan dengan perkembangan zaman dan budaya.
Melalui sastra, peserta diajak memahami bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang sikap toleran, tetapi juga tentang kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, dan empati terhadap perbedaan. Literasi beragama dipandang sebagai kemampuan memahami teks keagamaan dan fenomena sosial dengan cara yang terbuka dan tidak sempit, sehingga dapat mencegah sikap ekstrem maupun prasangka antar kelompok.
Selain membahas teori literasi keagamaan, kegiatan ini juga menyinggung bagaimana karya sastra dapat berperan sebagai bentuk ekspresi spiritualitas. Sastra dipandang sebagai wujud literasi tertinggi karena menggabungkan bahasa, rasa, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu kesatuan estetika.
Kegiatan ini, juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta bertanya langsung dan berbagi pengalaman, sehingga tercipta suasan belajar yang dinamis dan edukatif.
Melalui kegiatan ini, Balai Litbang Agama Makassar berharap literasi keagamaan dapat terus berkembang, dan masyarakat dapat lebih bijak dalam memaknai nilai-nilai keberagaman serta toleransi.
Leave a Comment