Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

🔔 Headline: Informasi terbaru akan selalu ditampilkan di sini • Update berita & pengumuman resmi • Selamat membaca

Sarasehan Moderasi Beragama di Soppeng Tekankan Isu Ekoteologi dan Humanisme

  • Like:
  • 0
  • Share:
image
Kegiatan Sarasehan Moderasi Beragama di Kabupaten Soppeng pada hari Sabtu, 21/06/2025

Soppeng (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar kembali melaksanakan kegiatan Sarasehan Moderasi Beragama, kali ini bertempat di Aula Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng pada Sabtu, 21 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas unsur organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, birokrat, serta kalangan akademisi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama di tengah masyarakat. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Ahmad, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan ini. Menurutnya, moderasi beragama sangat penting dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi konflik berbasis agama di tingkat lokal.

“Melalui sarasehan ini, kami berharap seluruh unsur masyarakat dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta kehidupan beragama yang sejuk, damai, dan toleran di Kabupaten Soppeng,” ujar Ahmad di hadapan peserta.

Hadir sebagai narasumber utama, Saprillah, Instruktur Nasional Moderasi Beragama sekaligus Kepala Balai Litbang Agama Makassar dan dipandu oleh moderator Muhammad Yunus, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kemenag Kab. Soppeng. Dalam pemaparannya, Saprillah menyampaikan bahwa moderasi beragama kini telah memasuki fase baru. Tidak hanya berbicara tentang kerukunan dan toleransi semata, tetapi juga menginspirasi nilai-nilai ekoteologi dan humanisme sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkelanjutan.

Saprillah menjelaskan bahwa ekoteologi menekankan hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan pencipta, sedangkan humanisme menegaskan penghargaan terhadap martabat dan hak asasi setiap manusia. “Moderasi beragama kini relevan untuk menjawab tantangan global, seperti krisis lingkungan dan ketimpangan sosial, melalui pendekatan ekoteologis dan humanistik,” jelasnya.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan berbagai pandangan dan masukan dari para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan duta-duta moderasi beragama di Kabupaten Soppeng yang mampu menyebarkan semangat toleransi, penghargaan terhadap budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Kaharuddin
Leave a Comment