Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

🔔 Headline: Informasi terbaru akan selalu ditampilkan di sini • Update berita & pengumuman resmi • Selamat membaca

Kolaborasi BLAM dan Pemkot Palu Hadirkan Sarasehan Moderasi Beragama di Bumi Tadulako

  • Like:
  • 0
  • Share:
image
Kegiatan Sarasehan Moderasi Beragama di Kota Palu Tahun 2025

Palu (BLA Makassar) -- Kota Palu kembali menjadi tuan rumah bagi pertemuan lintas iman yang penuh makna. Bertempat di Swiss-Belhotel Silae, Rabu, 30 Juli 2025. Balai Litbang Agama Makassar berkolaborasi dengan Kesbangpol Kota Palu menggelar Sarasehan Moderasi Beragama yang diikuti oleh peserta dari Badan Kesbangpol se-Sulawesi Tengah, pengurus FKUB se-Sulawesi Tengah, serta 50 alumni Orientasi Moderasi Beragama dari Purna Pasikibaraka 2024 yang telah dikukuhkan sebagai agen moderasi beragama di Kota Palu dengan total peserta 110 orang.

Dalam laporan pembukaannya, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Saprillah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 yang menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, tetapi seluruh elemen kementerian dan lembaga di Indonesia. Sarasehan ini dirancang sebagai ruang bersama untuk membahas bagaimana merawat keberagaman dengan pendekatan keagamaan yang inklusif dan damai.

Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Palu, H. Hadianto Rasyid, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keberagaman dengan pendekatan yang persuasif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Pemerintah Kota Palu menilai bahwa moderasi merupakan kebutuhan strategis dalam menjaga ketangguhan sosial di tengah keberagaman etnis dan agama yang melekat di Kota Palu sebagai miniatur Indonesia.

Plh Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, Muhammad Siddik Sisdiyanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dari pimpinan pusat Kementerian Agama terhadap upaya daerah yang terus berkomitmen memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah kemajemukan Indonesia, dengan menekankan bahwa keberagaman adalah kekayaan bersama yang harus dirawat dan dijadikan kekuatan dalam membangun kehidupan berbangsa.

Muhammad Siddik juga menyampaikan data yang menarik dan penting. Dari pengukuran nasional terhadap 214.307 ASN Kementerian Agama, sekitar 30,14% dinyatakan masih berada di bawah ambang batas moderasi beragama. Ini menunjukkan bahwa upaya pembinaan masih sangat diperlukan.

Namun, kabar baik datang dari Sulawesi Tengah, data terbaru menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2024 sebesar 78,93 poin, tergolong kategori tinggi. Tiga indikator utama, yaitu toleransi (78,15), kesetaraan (80,21), dan kerja sama (78,43), juga semuanya berada pada level tinggi. Ini mencerminkan bahwa masyarakat di Sulawesi Tengah memiliki kapasitas sosial yang kuat dalam menjaga harmoni dan keberagaman.

Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama, tempat bertukar pikiran, dan mendorong inisiatif konkret dalam merawat harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural. Pemerintah Kota Palu sendiri telah menjadikan moderasi beragama sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas—sebuah visi besar yang terus diarusutamakan oleh Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment