Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar menerima kunjungan dari perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar pada Kamis, (07/08/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang Mini Meeting Balai Litbang tersebut membahas rencana kerja sama dalam pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di wilayah Kota Makassar.
Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan akurasi dan representasi data kerukunan umat beragama di tingkat kota. Selama ini, data yang digunakan masih bersifat nasional dan tidak cukup merepresentasikan kondisi Makassar secara menyeluruh. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah kota dan Balai Litbang dianggap penting untuk menghadirkan data yang lebih mendalam dan relevan bagi kebijakan daerah.
Pertemuan ini membahas kemungkinan teknis kerja sama, termasuk pola pengumpulan data, jumlah dan sebaran sampel, serta pembiayaan. Pengalaman Balai Litbang Agama Makassar dalam mengelola pengukuran indeks kerukunan di daerah lain, seperti Malili dan Palu, menjadi acuan dalam diskusi. Di daerah-daerah tersebut, kerja sama dilakukan melalui struktur tim yang terdiri dari konsultan, pelaksana (enumerator), dan pengawas (spot checker) yang melibatkan pemerintah daerah secara langsung.
Selain indeks kerukunan, pertemuan ini juga membahas kemungkinan potensi kerja sama dalam penguatan moderasi beragama. Indeks Moderasi Beragama menjadi salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Kesbangpol membuka peluang agar agenda-agenda seperti pelatihan, short course, hingga forum dialog lintas agama bisa dikembangkan bersama Balai Litbang Agama Makassar.
Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini adalah penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Litbang Agama Makassar dengan Pemerintah Kota Makassar melalui Kesbangpol sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan data yang akurat dan kebijakan yang berbasis pada semangat kerukunan dan toleransi.
Leave a Comment