Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Upaya memperkuat peran kehumasan pemerintah terus digencarkan. Hal ini terlihat dalam kegiatan Creative Booster Workshop dan Konsolidasi Penguatan Fungsi Kehumasan serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Indonesia Timur Tahun 2026 yang resmi digelar mulai 15 hingga 17 April 2026 di M Regency Hotel Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, meningkatkan kualitas komunikasi publik, sekaligus memperkuat sinergi antar pengelola humas di wilayah Indonesia Timur.
Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) hadir dan diwakili oleh Ketua Tim Indeksasi, Asnandar Abubakar. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya sinergi dan integrasi dalam penguatan kehumasan. “Ya tentu harus kita membuat langkah-langkah yang sinergitas seperti yang disampaikan tadi oleh staff khusus bahwa ada empat langkah integritas yang harus kita lakukan pertama adalah integritas kelembagaan, kemudian integritas data, integritas narasi dan integritas pelayann publik.” jelas Asnandar Abubakar.
Kegiatan ini dibuka secara daring melalui Zoom pada Rabu, 15 April 2026, oleh Ismail Cawidu, Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik dari Jakarta. Peserta yang terlibat berasal dari para pengelola humas, kontributor berita, dan PPID di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta perwakilan dari sekitar 10 provinsi di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
Dalam laporan pelaksanaan, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Aminuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Impactfull Humas Menggema, Menggerakkan dan Menginspirasi”. Tema tersebut menegaskan bahwa humas tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga berperan aktif dalam membangun citra, mengelola opini publik, dan mendorong partisipasi masyarakat.
“Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut peran kehumasan pemerintah untuk lebih adaptif, responsif dan strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga berlandaskan pada regulasi penting seperti Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta kebijakan internal Kementerian Agama terkait pengelolaan kehumasan. Tujuannya antara lain meningkatkan kompetensi pengelola humas, memperkuat strategi komunikasi publik, serta mendorong lahirnya konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif.
Selain itu, forum ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga ruang konsolidasi. Selama tiga hari, peserta akan mengikuti sesi materi, diskusi intensif, hingga forum konsolidasi untuk menghasilkan langkah konkret pengembangan kehumasan ke depan.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam sambutannya menekankan bahwa peran humas sangat vital dalam menyampaikan program-program kementerian kepada masyarakat. Ia bahkan menyoroti tantangan nyata yang dihadapi para praktisi humas di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas informasi harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar kecepatan publikasi. Menurutnya, informasi yang disampaikan harus memiliki dampak nyata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Ismail Cawidu dalam arahannya menilai kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kinerja kehumasan dan keterbukaan informasi publik di lingkungan Kementerian Agama. Ia mengungkapkan bahwa capaian keterbukaan informasi masih perlu ditingkatkan, meskipun Kementerian Agama telah meraih berbagai prestasi nasional.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi publikasi informasi oleh seluruh satuan kerja. “Jadi tolong disadari itu bahwa sumbangsih tenaga-tenaga humas itu luar biasa,” tegasnya.
Dalam arahannya, Ismail memperkenalkan empat kunci utama konsolidasi kehumasan, yaitu integrasi kelembagaan, integrasi data, integrasi narasi, dan integrasi layanan publik berbasis digital. Keempat hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem komunikasi publik yang efektif, terintegrasi, dan terpercaya.
Lebih jauh, ia mendorong agar setiap satuan kerja mampu menerapkan prinsip “one day one news”, sebagai upaya memperkuat kehadiran informasi Kementerian Agama di ruang publik digital.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komunitas digital kehumasan yang solid, adaptif, dan inovatif. Dengan sinergi yang kuat antara humas dan PPID, informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berkualitas, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui forum ini, Balai Litbang Agama Makassar dan seluruh peserta diharapkan dapat menjadi motor penggerak komunikasi publik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan perubahan positif di tengah masyarakat.
Leave a Comment