Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar ekspos awal hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Litbang Agama Makassar pada Jumat, 12 September 2025, dengan menghadirkan perwakilan dari 11 kecamatan, Kesbangpol, Inspektorat dan Baperida Kabupaten Luwu Timur, serta ASN dan NPASN Balai Litbang Agama Makassar.
Survei yang melibatkan 1.117 responden dari 128 desa dan kelurahan ini menunjukkan bahwa tingkat kerukunan masyarakat Luwu Timur berada di kategori "Sangat Tinggi". Angka tersebut sejalan dengan tren peningkatan sejak 2024. Hasil ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Luwu Timur memiliki modal sosial yang kuat untuk menjaga kerukunan, meski tetap membutuhkan intervensi dan upaya berkelanjutan.
Dalam ekspos tersebut, dipaparkan bahwa faktor penting yang memengaruhi indeks kerukunan meliputi peran forum kerukunan umat beragama (FKUB), program pemerintah daerah, peran tokoh agama dan masyarakat, serta penguatan tradisi lokal. Perpaduan empat aspek ini diyakini mampu memperkuat kohesi sosial dan mencegah potensi gesekan di tengah masyarakat yang majemuk.
Kerja sama antara Balai Litbang Agama Makassar dan Pemkab Luwu Timur telah berjalan sejak 2023 dan akan berlanjut hingga 2026. Program ini tidak hanya menghasilkan data kuantitatif, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi untuk merancang kebijakan yang berpihak pada kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya survei ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni sosial yang menjadi fondasi terciptanya kesejahteraan bersama. Kerukunan dipandang bukan sekadar sikap toleran, tetapi juga tindakan nyata yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat diharapkan terus memperkuat kapasitas aktor-aktor kerukunan melalui dialog, pelatihan, maupun kegiatan sosial.
Melalui ekspos awal ini, diharapkan hasil survei dapat menjadi rujukan bersama dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga keharmonisan sosial.
Hasil sementara ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama. Dengan kolaborasi semua pihak, target peningkatan indeks hingga tahun 2026 diyakini dapat tercapai, sekaligus memperkuat Luwu Timur sebagai daerah yang memiliki potensi kerukunan yang kokoh dan menjadi penopang bagi pembangunan kesejahteraan bersama.
Leave a Comment