Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar (BLA Makassar) -- Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) terus memperkuat perannya dalam mendukung delapan program prioritas Kementerian Agama RI atau Asta Protas melalui penguatan sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi BLAM bersama Kanwil Kemenag Sulsel yang berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026.
Audiensi yang digelar di Kantor Kanwil Kemenag Sulsel ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Muis Riadi, dan diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, bersama jajaran pimpinan Kanwil. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan program dan kegiatan strategis agar implementasi Asta Protas di Sulawesi Selatan berjalan lebih terukur dan berdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BLA Makassar, Muis Riadi yang didampingi, Asnandar Abubakar, Analis kebijakan BLA Makassar memaparkan sejumlah program strategis yang sejalan dengan Asta Protas. Diantaranya adalah Pelatihan Ekoteologi Berbasis Alam, yang merupakan rekomendasi Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kemenag RI. Selain itu, BLAM juga menyampaikan rencana penanaman pohon mangrove di Kabupaten Bone sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan dalam pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyambut baik pemaparan program tersebut dan menekankan pentingnya peran BLAM sebagai penyedia masukan berbasis riset dalam penguatan kebijakan. Ia juga mendorong agar program-program yang telah berjalan diperkuat dari sisi dokumentasi dan pengarsipan data, sehingga capaian kinerja dapat terukur dan mudah dievaluasi. Terkait penguatan ekoteologi, Kanwil Kemenag Sulsel mendorong adanya penandatanganan MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup agar program tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi berlanjut pada pemeliharaan, pengelolaan sampah, dan pengurangan sampah plastik.
Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kanwil Kemenag Sulsel, antara lain Kabid Pendidikan Madrasah H. Wahyuddin Hakim, Kabid Urusan Agama Islam H. Abdul Gaffar, Kabid Penaiszawa H. Mulyadi Iskandar, serta Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Bina Lembaga H. Mallyangkai Ilyas.
Pada forum tersebut, Wahyuddin Hakim menekankan pentingnya Training of Trainers (ToT) Fasilitator KBC dengan sasaran pengawas madrasah agar dapat diterapkan secara luas di satuan pendidikan. Sementara itu, Mulyadi Iskandar menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan saat ini telah memiliki 11 Kampung Zakat dan dua Kota Wakaf, yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui wakaf produktif.
Ketua Tim KUB dan Bina Lembaga, H. Mallyangkai Ilyas, menambahkan bahwa Sulawesi Selatan juga telah memiliki 13 Desa Sadar Kerukunan serta pelaksanaan pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama di kabupaten/kota. Menurutnya, kolaborasi BLAM dan Kanwil Kemenag Sulsel sangat penting untuk mendukung program membangun kerukunan, cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, serta pemberdayaan rumah ibadah.
Melalui penguatan sinergi ini, Balai Litbang Agama Makassar berharap pelaksanaan Asta Protas di Sulawesi Selatan semakin kuat, didukung oleh data dan riset yang jelas, terdokumentasi dengan baik, serta memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat
Leave a Comment