Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

🔔 Headline: Informasi terbaru akan selalu ditampilkan di sini • Update berita & pengumuman resmi • Selamat membaca

18 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Akan Jadi Lokus Uji Validitas Instrumen IKSUB

  • Like:
  • 1
  • Share:
image
Coaching Pelaksanaan Uji Validitas Instrumen Indeks Kesalehan Sosial Umat Beragama (IKSUB) Tahun 2026

Makassar (BLA Makassar) -- Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar (BLAM) mulai mempersiapkan pelaksanaan uji validitas instrumen Indeks Kesalehan Sosial Umat Beragama (IKSUB) 2026 melalui kegiatan coaching yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum enumerator turun langsung ke lapangan untuk menguji kelayakan instrumen yang akan digunakan dalam pengukuran indeks tersebut.

Ketua Tim Indeksasi dan Program BLAM, Asnandar Abubakar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan tahap pengumpulan data indeks, melainkan proses pengujian instrumen agar benar-benar valid sebelum digunakan secara luas. Ia menegaskan bahwa instrumen yang diuji masih bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan setelah proses validasi.

"Masih uji validitas instrumen. jadi instrumen ini akan diuji dan bisa berubah,” jelasnya saat memaparkan teknis pelaksanaan kegiatan.

Menurut Asnandar, proses penyusunan instrumen IKSUB telah melalui beberapa tahapan. Saat ini kegiatan sudah berada pada tahap ketiga, sementara perangkat pengumpulan data seperti Google Form dan Kobo sudah dipersiapkan. Setelah tahapan ini, tim akan melanjutkan kegiatan dengan turun langsung ke lapangan untuk menguji validitas instrumen secara langsung di masyarakat yang direncanakan berlangsung pada pertengahan April 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim BLAM Makassar akan menurunkan 46 enumerator yang akan bekerja di 18 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Para enumerator tersebut akan dibagi dalam dua gelombang perjalanan dinas.

“Jadi ada kelompok pertama berangkat tanggal 12-14 kemudian yang kedua tanggal 15-17,” ujar Asnandar.

Selama proses uji validitas tersebut, tim akan mengumpulkan data dari 393 responden yang tersebar di berbagai wilayah penelitian. Jumlah ini bahkan melampaui standar minimal yang ditetapkan oleh pusat, yakni sekitar 300 responden.

Instrumen yang diuji terdiri dari dua dimensi utama, yakni dimensi sosial dan dimensi individual. Dimensi sosial memuat 28 pertanyaan, sedangkan dimensi individual berisi 16 pertanyaan yang disesuaikan dengan masing-masing agama.

“Dimensi sosial itu ada 28 pertanyaan, dimensi individual ada 16,” kata Asnandar.

Ia juga menjelaskan bahwa kuesioner akan dipisahkan berdasarkan agama, meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, sehingga responden akan menerima instrumen yang sesuai dengan latar belakang keagamaannya. Secara keseluruhan, setiap responden akan menjawab sekitar 54 pertanyaan termasuk identitas responden.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Makassar, Andi Isra Rani, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan coaching ini menjadi bagian dari persiapan organisasi dalam menjalankan agenda penelitian nasional yang ditugaskan kepada Balai Litbang Agama Makassar.

Ia menyampaikan bahwa seluruh ASN dan tenaga pendukung di lingkungan Balai Litbang Agama Makassar akan terlibat dalam kegiatan pengumpulan data di berbagai daerah.

Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Muis Riadi, saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam menjalankan program indeksasi. Menurutnya, pengukuran indeks tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pengumpulan dan pengolahan data, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kontribusi lembaga dalam mendukung pembangunan kehidupan beragama yang harmonis di masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BLAM agar mampu menjalankan berbagai program penelitian secara mandiri.

Melalui kegiatan coaching ini, BLAM berharap seluruh tim enumerator memiliki pemahaman teknis yang sama sebelum turun ke lapangan sehingga proses uji validitas instrumen dapat berjalan efektif dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengukuran indeks kesalehan sosial umat beragama di Indonesia.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment