Travel Tips
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Makassar, 19 Mei 2025 – Pengabdian yang panjang bukan hanya tentang waktu, tetapi tentang makna, komitmen, dan dampak yang diciptakan. Di sebuah upacara penghormatan yang berlangsung khidmat, enam sosok luar biasa menerima Satyalancana Karya Satya Emas, penghargaan prestisius dari pemerintah atas dedikasi mereka selama tiga dekade dalam penelitian dan pengembangan kebijakan keagamaan.
Mereka adalah Nasrun Karami Alboneh, Amir Alboneh, Asnianti, Burhanuddin, Bohari, dan Amru Ichwan Alwi—para ASN yang telah menjadikan Balai Litbang Agama sebagai pusat pemikiran dan inovasi dalam kajian keagamaan. Dalam tiga puluh tahun pengabdian, mereka telah berkontribusi dalam berbagai riset penting, mengembangkan kebijakan yang mendukung harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia.
Kepala Balai Litbang Agama, Dr. H. Saprillah, M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam dalam pidatonya:
"Dedikasi selama 30 tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi pencapaian yang luar biasa. Mereka telah menjadi pilar utama dalam membangun fondasi penelitian dan kebijakan keagamaan di Indonesia. Saya merasa bangga melihat bagaimana semangat dan integritas mereka terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras mereka dalam mendukung negara dan institusi keagamaan. Semoga teladan yang mereka berikan menjadi motivasi bagi kita semua.”
Dalam suasana penuh haru, Nasrun Karami Alboneh, yang bertugas sebagai Perencana di Litbang Agama Makassar, menyampaikan rasa syukurnya:
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim yang telah bekerja bersama dalam mengembangkan penelitian keagamaan. Setiap studi yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan kami bangga bisa terus berkontribusi."
Sementara itu, Burhanuddin mengenang perjalanan panjang yang telah dilaluinya selama tiga dekade dalam dunia riset keagamaan:
"Kami telah melihat berbagai perubahan dan tantangan dalam penelitian. Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah komitmen kami untuk menghasilkan kajian yang dapat memperkuat pemahaman keagamaan yang lebih inklusif dan harmonis di masyarakat. Semoga perjalanan ini memberi inspirasi bagi generasi baru yang akan melanjutkan tugas mulia ini."
Satyalancana Karya Satya Emas yang mereka terima bukan sekadar penghargaan, tetapi simbol dari kerja keras, integritas, dan dedikasi tanpa batas. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi peneliti muda yang ingin meniti karier sebagai PNS yang berkomitmen terhadap kemajuan ilmu dan kebijakan keagamaan.
Seiring berakhirnya upacara, satu hal yang terasa jelas: pengabdian mereka akan selalu menjadi bagian dari sejarah Balai Litbang Agama, menjadi tonggak inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berkarya demi kebaikan bersama.